KUALITAS DAGING BEKU

Perkembangan teknologi pasca panen yang cukup pesat dalam kurun waktu yang relatif singkat telah memberikan keuntungan baik bagi produsen maupun konsumen daging sapi di Indonesia. Salah satu teknologi tersebut adalah aplikasi teknologi pengemasan dengan mempergunakan kantong plastik hampa udara (vacuum pack). Akan tetapi konsumen daging terutama di pasar tradisional belum sepenuhnya mengenal manfaat teknologi pengemasan daging sapi dengan kantong plastik hampa udara. Disamping itu karena adanya perubahan karakteristik yang spesifik dari daging yang dikemas dalam kantong hampa udara, diperlukan suatu penjelasan secara rinci sehingga tidak terjadi salah pengertian diantara konsumen, pedagang atau produsen. Kemasan dengan mempergunakan kantong plastik hampa udara merupakan suatu upaya untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri, memperpanjang umur penyimpanan daging dan merupakan kesempatan untuk terjadinya proses pengempukan (ageing) yang lebih efektif.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengemasan daging dengan hampa udara diantaranya kebersihan dan sanitasi, suhu selama proses pendinginan dan penyimpanan. Daging yang berwarna kegelapan atau dengan tingkat keasaman (pH) tinggi sebaiknya tidak dikemas dengan kantong hampa udara. Selain itu pemilihan kantong plastik hampa udara dan kotak karton, proses penghampaan udara dan perekatan dari setiap kantong juga memegang peranan penting. Pengemasan daging dalam kantong plastik hampa udara merupakan suatu metode untuk mengontrol pertumbuhan bakteri daging. Dengan kontrol terhadap kebersihan, pengemasan, suhu daging, dan suhu ruang penyimpanan, maka umur penyimpanan daging dapat diperpanjang dari satu minggu sampai beberapa minggu.

Hal yang sangat penting untuk diperhatikan baik oleh konsumen maupun pedagang eceran adalah untuk menyadari bahwa kondisi dan penampilan daging sapi yang dikemas dalam kantong plastik hampa udara akan terlihat berbeda dengan daging segar dalam kondisi biasa. Suatu informasi yang membahas mengenai karakteristik daging sapi yang dikemas dengan kantong plastik hampa udara diharapkan dapat menambah pengetahuan pasca panen daging.

Ä  PENAMPILAN DAGING SAPI YANG DIKEMAS DALAM KANTONG PLASTIK HAMPA UDARA

  1. 1. Penampilan Warna Daging yang Dikemas dalam  Kantong Hampa Udara

Secara umum perhatian setiap konsumen dalam membeli daging sapi segar adalah bahwa warna dari daging identik dengan kualitas. Proses penghampaan udara dengan mempergunakan mesin hampa udara bertujuan untuk mengeluarkan sebagian besar udara (oksigen) yang bersinggungan dengan permukaan daging. Akibat tidak adanya udara maka warna daging segar berubah menjadi merah keunguan. Warna merah pada daging disebabkan oleh adanya suatu pigmen yang disebut myoglobin yang apabila kontak dengan udara akan menyerap oksigen dan menghasilkan warna daging merah cerah yang diharapkan oleh konsumen. Akan tetapi bila kontak antara daging dengan udara terjadi dalam waktu yang cukup lama maka terjadi perubahan warna menjadi merah kecoklatan yang disebut metmyoglobin. Tingkatan perubahan warna pigmen dari bentuk yang satu kebentuk yang lainnya sangat tergantung pada suhu, derajat keasaman (pH), konsumsi oksigen dan kontaminasi bakteri (BENDALL and TAYLOR, 1972 and LAWRIE, 1974). Selain itu stabilitas warna daging serta potensi oksidasi dan reduksi oksigen sangat berhubungan secara erat dengan tipe potongan daging (RENERRE and LABAS, 1987). Perubahan warna tersebut bersifat normal dan seharusnya terjadi pada daging sapi yang dikemas dalam kantong plastik hampa udara.

Setelah disimpan dalam ruang pendingin dan ketika kantong plastik ,hampa udara dibuka, maka permukaan daging kontak langsung dengan oksigen luar dan dalam waktu kurang lebih 15 menit terjadi perubahan warna daging menjadi merah cerah seperti sebelum dikemas. Umur penyimpanan daging dalam kantong hampa udara umumnya dibatasi oleh adanya perubahan warna  daging dari merah kecoklatan atau kehijauan. Perubahan warna kecoklatan pada daging yang dikemas dalam kantong hampa udara disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah kelebihan oksigen dalam kantong plastik setelah proses pengemasan, proses perekatan yang tidak sempurna atau adanya lubang kecil (pori-pori) pada kantong plastik sehingga udara luar masuk kedalam kantong plastik selama penyimpanan. Apabila daging tidak dalam keadaan segar pada saat dimasukkan kedalam kantong plastik, maka terjadi percepatan proses perubahan warna menjadi kecoklatan yang selanjutnya diikuti pembusukan daging.

  1. 2. Aroma dan Bau Daging dalam Kantong Plastik Hampa Udara

Aroma daging sapi dalam kantong plastik hampa udara berubah terutama disebabkan oleh adanya byproduct dari hasil pertumbuhan mikrobiologi dalam daging. Aroma daging tersebut merupakan salah satu karakteristik daging yang dikemas dalam kantong plastik hampa udara. Hasil penelitian di Meat Research Laboratory CSIRO, menunjukkan bahwa aroma daging yang disimpan (ageing) dan dapat diterima konsumen adalah daging yang disimpan pada suhu 0°C sampai waktu penyimpanan maksimum lima minggu setelah proses pengepakan (Personal communication). Oleh karena demikian maka satu hal yang perlu diperhatikan oleh pengguna akhir adalah melihat tanggal produksi dan waktu selama proses ageing. Salah satu faktor yang juga harus mendapat perhatian adalah bau daging yang dikemas dalam kantong plastik hampa udara. Bau asam seperti keju atau bau air susu pada saat kantong plastik dibuka adalah bau yang spesifik dan normal yang disebabkan oleh terbentuknya gas oleh daging dan bakteri. Bau spesifik ini akan hilang setelah kantong plastik dibuka dan dibiarkan selama lebih kurang 30 menit untuk menghilangkan bau tersebut (SPOONCER, 1988). Secara sepintas bau spesifik ini adalah tidak sedap, akan tetapi bau inilah yang sebenarnya normal dan menunjukkan proses ageing berjalan secara baik. Apabila saat kantong plastik dibuka dan tercium bau tengik dan berlendir, maka hal ini patut dicurigai karena kemungkinan terjadinya kontaminasi bakteri akibat kantong bocor atau proses penghampaan udara yang tidak berjalan secara baik.

  1. 3. Cairan Darah dalam Kantong Hampa Udara

Cairan darah dari daging yang dikemas dalam kantong plastik hampa udara selama proses penyimpanan disebut “weep”. Jumlah weep masih dianggap wajar adalah berkisar 1-2 persen, dan apabila melebihi empat persen sudah dianggap berlebihan (Personal communication). Perlu diketahui bahwa daging segar mempunyai kandungan air sebanyak 70 persen dan salah satu masalah yang mendasar dari teknologi daging saat ini adalah bagaimana mencegah penyusutan akibat keluarnya cairan daging yang berlebihan. Pengeluaran cairan darah dalam kantong plastik hampa udara merupakan salah satu kriteria dan karakteristik yang harus diperhatikan oleh produser, karena kandungan cairan darah yang sedikit merupakan harapan produser maupun pembeli. Jumlah cairan. darah dalam kantong plastik hampa udara bertambah dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan baik oleh produser, pedagang pengecer maupun pembeli adalah sebagai berikut:

a)    Untuk mengurangi jumlah cairan darah maka karkas yang masih panas harus didinginkan secepat mungkin setelah pemotongan dan suhu karkas harus mencapai 30°C dalam waktu singkat. Walaupun suhu karkas mencapai 7°C atau 17°C pada saat perontokan daging (deboning), tetapi satu hal yang sangat penting diperhatikan adalah daging yang sudah dipotong segera dikemas dalam kantong plastik hampa udara dan dimasukkan kedalam ruang pendingin.

b)  Selama penyimpanan dan transportasi, fluktuasi suhu daging harus dihindari dan pembekuan permukaan daging harus dicegah sedini mungkin. Penyimpanan daging dalam suhu rendah yaitu 0 sampai –0,5°C masih dimungkinkan karena daging baru mencapai titik beku pada suhu –1,5°C.

c)   Cara pemotongan juga mempunyai pengaruh terhadap jumlah cairan daging karena semakin besar permukaan pemotongan daging maka makin tinggi jumlah cairan daging yang keluar. Oleh karena itu sebaiknya potongan daging tetap dibungkus oleh lapisan kulit ari serta lapisan lemak.

d)  Penggunaan kantong plastik hampa udara juga berfungsi sebagai kulit kedua yang dengan pencelupan pada air panas selama beberapa detik menyebabkan proses pengkerutan kantong secara sempurna sehingga dapat mengurangi pengeluaran cairan darah dari daging.

e)   Penanganan daging setelah dikemas harus diperhatikan disamping fluktuasi suhu ruangan yang dihindari.

f)   Penumpukan daging menyebabkan adanya tekanan pada kantong dan pada akhirnya dapat mengeluarkan cairan daging. Selain itu karton tidak diisi secara berlebihan dan penanganannya harus secara hati-hati.

  1. 4. Kesalahan dalam Proses Penghampaan Udara

Kejadian mengendornya kantong plastik hampa udara setelah disimpan dalam ruang pendingin menunjukkan adanya kesalahan dalam proses penghampaan udara. Kebanyakan kegagalan kemasan terjadi akibat proses perekatan tidak sempurna, kantong bocor, atau kantong dalam keadaan rusak. Kegagalan kemasan ditunjukkan oleh makin pendeknya umur penyimpanan sebab makin tinggi kandungan udara dalam kantong menyebabkan perubahan warna daging yang semakin cepat seperti kehijauan dan mengeluarkan gas dan kantong menggembung. Kemasan daging dengan tulang merupakan suatu hal yang paling sensitif untuk terjadinya kesalahan/ kegagalan pengemasan. Penanganan daging dalam kantong plastik hampa udara secara kasar seperti dijatuhkan, dilempar, ditumpuk dan ditekan dapat menyebabkan tidak hanya produksi cairan daging yang berlebihan akan tetapi juga kerusakan fisik kantong plastik tersebut sehingga mempengaruhi penampilan daging yang kurang bagus dan umur penyimpanan yang relatif pendek.

  1. 5. Keempukan Daging Setelah Proses Pendinginan

Suatu pilihan yang diterima secara luas oleh masyarakat bahwa daging yang melalui proses pendinginan lebih baik kualitasnya dibandingkan dengan daging beku. Hal ini merupakan suatu peluang bagi produser atau importir untuk memanfaatkan segala teknologi pasca panen agar dapat menyediakan daging sapi yang sudah dilayukan dengan kualitas yang prima. Daging berada dalam keadaan kenyal pada saat terjadinya proses rigormortis, dan setelah proses ini selesai maka daging secara perlahan mengalami perubahan menjadi empuk terutama setelah enzim yang berada dalam otot yang memecah dan melemahkan jaringan protein dalam daging segar. Proses ageing tidak sepenuhnya mengubah kualitas daging dari daging alot menjadi daging empuk karena hal ini tergantung sepenuhnya pada komposisi jaringan otot pada setiap potongan daging seperti misalnya potongan daging tanjung (rump) yang memberikan respon keempukan yang lebih baik sebagai akibat proses ageing dibandingkan dengan daging sampil atau chuck (SEMAN et al., 1988).

Begitu juga halnya dengan daging dari sapi tua dengan gigi seri tetap lebih dari enam atau berumur lebih dari empat tahun memperlihatkan respon keempukan yang negatif dibandingkan sapi yang muda (SPOONCER, 1988). Daging mengalami proses ageing secara sempurna baik dikemas dalam kantong hampa udara maupun yang hanya dibungkus dengan kantong plastik biasa. Akan tetapi daging yang dikemas bukan dengan kantong hampa udara, mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk terjadinya penyusutan berat akibat penguapan cairan daging yang berlebihan.

6.  Umur Penyimpanan Daging Setelah Dikemas dalam Kantong Hampa Udara

Sangat sulit sebenarnya menentukan umur penyimpanan yang lebih spesifik karena setiap orang mempunyai pemikiran yang berbeda terhadap umur penyimpanan daging dan kapan sepotong daging tidak boleh dikonsumsi. Berdasarkan persyaratan dari kesehatan masyarakat untuk daging yang didinginkan (chilled beef) maka daging baru aman untuk dikonsumsi setiap saat setelah daging tersebut dikemas dengan baik, dan disimpan pada suhu dibawah 7°C dimana bakteri beracun tidak bisa tumbuh dengan baik pada suhu tersebut. Umur penyimpanan daging biasanya dibatasi oleh adanya perubahan warna pada daging dan juga adanya bau yang menyengat. Kondisi proses produksi yang baik dan suhu ruang penyimpanan 0°C, maka umur penyimpanan daging dapat bertahan sampai 26 hari. Sementara itu umur penyimpanan bisa mencapai 14 hari dan 10 hari apabila suhu ruang penyimpanan masing-masing mencapai 5 dan 7°C.

Adanya perbedaan dalam umur penyimpanan daging dikemas dalam kantong plastik hampa udara disebabkan oleh suhu ruang penyimpanan yang relatif tinggi sehingga merangsang pertumbuhan bakteri secara cepat, proses hygiene dan sanitasi yang tidak sempurna pada saat proses produksi berlangsung, masuknya udara luar kedalam kantong plastik akibat kebocoran dan perekatan yang tidak sempurna. Selain itu tingkat keasaman (pH) dari masing-masing potongan daging mempunyai juga pengaruh terhadap umur penyimpanan. Daging dengan tingkat keasaman normal (pH<5,8) dapat disimpan selama kurang lebih 10 minggu pada suhu 0°C, sedangkan daging denganpH>5,8 hanya dapat disimpan sampai umur 6 minggu (PATTERSON and GIBBS, 1977 dalam GILL andPENNEY, 1988). Penggunaan kantong plastik hampa udara dapat dilaksanakan terhadap semua daging sapi baik yang diproduksi atau dibeli dari pasar tradisional dengan umur penyimpanan yang sama seperti daging sapi eximpor, sepanjang proses pemotongan dan perontokan daging dilakukan dengan memenuhi persyaratan kebersihan dan sanitasi yang baik serta memperhatikan harga kantong plastik hampa udara yang sampai saat ini masih diimpor.

Sumber : Balai Penelitian Ternak

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: